Tokoh Lintas Agama Serukan Aksi Demonstrasi Tanpa Kekerasan
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 August 2025 10:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Para tokoh lintas agama menyerukan kepada masyarakat untuk menjaga demokrasi agar tidak disalahgunakan untuk memicu kekerasan dan perpecahan bangsa. Hal ini disampaikan setelah para tokoh agama bertemu dengan Presiden Prabowo di Hambalang kemarin, Sabtu (30/8/2025).
Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang memicu kekerasan dan perpecahan bangsa.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, K.H. Haedar Nashir, menegaskan demokrasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keadaban.
“Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Prabowo bersikap terbuka terhadap pandangan yang disampaikan para ormas Islam. “Kami selama 3 jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberi masukan dan pandangan, Pak Presiden begitu terbuka,” kata Haedar.
































