Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, harga sejumlah kebutuhan pokok alias sembako lainnya bergerak turun. Bawang putih, misalnya. 

Dalam sebulan terakhir, rerata harga bawang putih bonggol adalah Rp 38.431/kg. Angka ini berarti 3,92% di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

Kemudian rata-rata harga cabai merah keriting ada di Rp 42.601/kg. Artinya, 22,54% di bawah HAP.

Sedangkan harga cabai rawit merah selama sebulan ini adalah Rp 49.538/kg. Ekuivalen 13,09% di bawah HAP.

Lalu rata-rata harga daging sapi murni dalam sebulan terakhir adalah Rp 135.069/kg. Angka ini sama dengan 3,52% di bawah HAP.

Adapun rata-rata harga daging ayam selama sebulan ini adalah Rp 35.381/kg. Di bawah HAP sebesar 11,55%.

Kemudian rerata harga telur ayam ras selama sebulan ini adalah Rp 29,581/kg. Angka yang setara dengan 1,4% di bawah HAP.

Jadi rasanya menjadi wajar laju inflasi Agustus melambat. Sebab walau harga beras naik, tetapi harga sembako lainnya malah turun.

Calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Inflasi Tahunan

Untuk inflasi tahunan (year-on-year/yoy), konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi di 2,49% pada Agustus. Jika terwujud, maka lebih tinggi ketimbang Juli yang sebesar 2,37% yoy.

Namun dengan lonjakan yang tidak terlampau signifikan, inflasi Agustus bisa dibilang stabil secara tahunan. Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menilai laju inflasi yang melandai merupakan cerminan dari permintaan domestik yang masih lemah. 

Sumber: Bloomberg Economics

“Inflasi masih berada di jalur yang tepat untuk mendarat di target Bank Indonesia yaitu 1,5-3,5% tahun ini. BI punya ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar,” sebut Henderson.

Permintaan yang masih belum kuat juga tercermin dari stabilnya inflasi inti. Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi inti Agustus sebesar 2,32% yoy. Jika terwujud, maka akan sama saja dengan Juli.

(aji)

No more pages