Logo Bloomberg Technoz

Freeport Ramal Permintaan Tembaga Capai 40 Juta Ton per 2030

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 August 2025 10:50

Bijih dituangkan ke dalam tangki di area penggilingan di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport di Papua./Bloomberg-Dadang Tri
Bijih dituangkan ke dalam tangki di area penggilingan di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport di Papua./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas memproyeksikan permintaan tembaga global akan mencapai 35–40 juta ton pada 2030, ditopang oleh permintaan untuk kebutuhan transisi energi. 

Meskipun begitu, Tony memandang pasokan atau suplai tembaga tidak akan tumbuh signifikan mengimbangi tingginya permintaan tersebut. Penyebabnya, tidak terdapat tambang tembaga baru yang memiliki ukuran besar hingga bisa disandingkan atau mencukupi permintaan global selama 10 tahun ke depan.

“Karena memang membangun tambang tembaga itu perlu waktu yang lama sekali. Jadi memang betul sekali permintaan banyak, suplainya terbatas,” kata Tony dalam Indonesian Summit 2025, Rabu (27/8/2025).


Dia juga memprediksi harga tembaga global terus mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan tembaga dan pasokan yang terbilang ketat.

“Mau meningkatkan kapasitas produksi enggak semudah itu, jadi memang tembaga ini atau pertambangan adalah price taker bukan price maker. Kita enggak bisa menentukan harganya berapa,” tegas dia.

Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Papua (Dadang Tri/Bloomberg)