Logo Bloomberg Technoz

Bos Summarecon Curhat Pinjol Bikin Masyarakat Sulit Dapat KPR

Artha Adventy
27 August 2025 15:15

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi (Bloomberg Technoz/Artha Adventy)
Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi (Bloomberg Technoz/Artha Adventy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Adhi menjelaskan, saat ini tantangan utama dari industri real estate yaitu daya beli masyarakat yang melemah serta fenomena pinjol. Menurutnya, banyak calon konsumen gagal mengajukan KPR karena terhambat proses pengecekan kemampuan bayar (pay checking) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Selain ekonomi yang melemah, sebenarnya ada ancaman yang lebih besar yaitu pinjol. Kadang masih ada cicilan perangkat rumah tangga atau pinjaman kecil yang belum lunas, sehingga tercatat sebagai tanggungan. Itu akhirnya membuat pengajuan KPR terhambat,” kata Adhi di Indonesia Summit 2025, Rabu (27/8/2025).


Meski demikian, Bos Summarecon menegaskan, hal itu bukan berarti banyak pembeli di proyek Summarecon gagal memperoleh KPR, melainkan adanya persoalan umum di masyarakat terkait pinjaman konsumtif.

“Saya tidak mengatakan di Summarecon banyak yang gagal KPR. Hanya saja memang kami selalu selektif sejak dulu, bahkan sebelum ada sistem pay checking,” katanya.