Pemerintahan Trump, yang ingin mengurangi defisit perdagangan dengan India, telah meningkatkan tekanan pada perdagangan energi negara itu dengan Rusia.
Tekanan tersebut termasuk penggandaan tarif AS, yang akan berlaku mulai Rabu (27/8/2025).
Volume dapat berubah jika India mencapai kesepakatan dagang dengan Trump dan AS mengurangi tekanan terhadap India karena mendanai perang Rusia dengan Ukraina, ungkap sumber tersebut.
Juru bicara Kementerian Perminyakan India, Reliance, Nayara Energy Ltd., dan perusahaan kilang minyak milik negara, Indian Oil Corp., Bharat Petroleum Corp., dan Hindustan Petroleum Corp., tidak segera menanggapi email yang meminta komentar.
Sejak akhir bulan lalu, di bawah tekanan untuk mengamankan kesepakatan dagang dan kemajuan di Ukraina, Presiden Donald Trump telah mengecam India atas pembelian minyak mentah Rusia, terutama peningkatan dramatis sejak dimulainya perang di Ukraina.
Dari pembelian minimal sebelum 2022, negara tersebut kini menyumbang 37% dari ekspor minyak Moskwa, menurut Kasatkin Consulting.
Para pejabat pemerintah AS sejak itu meningkatkan volume dengan kritik publik mereka sendiri, yang berfokus pada para taipan energi negara tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan rancangan pemberitahuan pada Senin (25/8/2025) untuk menggandakan tarif impor India menjadi 50% pada 27 Agustus.
(bbn)































