Harga Minyak Stabil di Tengah Rencana Kenaikan Tarif AS ke India
News
26 August 2025 07:45

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia cenderung stabil setelah mengalami kenaikan empat hari berturut-turut. Investor kini menunggu sinyal lebih jelas terkait pasokan, sementara Amerika Serikat (AS) bersiap menggandakan tarif untuk seluruh impor asal India sebagai sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh negara tersebut.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati level US$65 per barel setelah sebelumnya ditutup di posisi tertinggi tiga pekan. Sementara itu, acuan global Brent berakhir sedikit di bawah US$69 per barel. Pada Senin (25/8), Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menerbitkan rancangan pemberitahuan terkait kebijakan baru yang dijadwalkan berlaku mulai Rabu (27/8), sebagai bagian dari upaya Washington menekan Rusia agar mau berunding damai dengan Ukraina.
Secara terpisah, Presiden Donald Trump juga menyatakan bisa menjatuhkan tarif tambahan bagi mitra dagang Rusia atau menjatuhkan sanksi langsung ke Moskow jika negosiasi damai tidak menunjukkan kemajuan. Ia menegaskan bisa ada “konsekuensi yang sangat besar” dalam beberapa pekan ke depan jika tidak ada perkembangan. Pemerintah India mengecam rencana tarif sekunder tersebut sebagai tindakan yang tidak adil.
Sepanjang Agustus, harga minyak mentah bergerak dalam rentang sempit. Pelaku pasar terus mencermati dampak kebijakan tarif AS, serta konsekuensi jangka panjang dari peningkatan pasokan OPEC+. Harga minyak mendapat dukungan dalam beberapa sesi terakhir setelah Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada September yang berpotensi mendorong konsumsi energi.

























