Logo Bloomberg Technoz

Priyanka Kishore, Ekonom Asia Decoded
“Dolar yang melemah akan sementara mengangkat mata uang Asia seiring sinyal pemangkasan suku bunga September dari Powell. Namun, tanpa komitmen siklus pelonggaran yang lebih dalam, reli ini kemungkinan hanya bersifat jangka pendek.”

Hebe Chen, Analis Vantage Markets
“Sinyal Powell menjadi semacam perekat bagi pasar Asia yang sempat goyah. Meski tidak ada jaminan permanen, dampaknya akan terasa di sektor teknologi, terutama di Jepang dan Taiwan, di mana sentimen pasar lebih rapuh. Bagi investor, suntikan optimisme ini kemungkinan akan menjaga selera risiko hingga 17 September.”

Jamie Halse, CEO Senjin Capital
“Ini positif bagi pasar global dalam jangka pendek, karena mengisyaratkan aliran modal keluar dari AS untuk mencari imbal hasil yang lebih baik. Penurunan suku bunga membuat investasi dolar AS kurang menarik jika suku bunga di tempat lain tetap. Dampaknya, dolar biasanya melemah. Di sisi lain, yen berpotensi menguat, yang bisa merugikan eksportir besar, tetapi menguntungkan bisnis domestik berskala kecil.”

Anna Wu, Strategis VanEck Associates
“Pidato Powell yang dovish membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga September dan mendorong sentimen risiko. Saham Jepang kemungkinan mendapat dorongan tambahan, tapi kinerja Nvidia dan data PCE minggu ini akan menjadi ujian apakah reli bisa berlanjut.”

Tim Waterer, Analis KCM Trade
“Powell terdengar dovish di Jackson Hole, dan itu disambut baik oleh aset berisiko. Prospek suku bunga AS yang lebih rendah dapat membuat investor mencari imbal hasil di tempat lain, yang menguntungkan ekonomi Asia.”

Marito Ueda, Kepala Riset SBI Liquidity Market
“Pidato Powell mengakui kemungkinan pemangkasan suku bunga September, tetapi tetap menekankan keputusan tergantung pada data. Pasangan dolar-yen sempat naik karena pasar berekspektasi nada hawkish, namun kemudian terkoreksi. Saya tidak melihat dolar-yen akan keluar dari kisaran saat ini.”

Kazuya Fujiwara, Strategis Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities
“Harga obligasi pemerintah Jepang (JGB) kemungkinan tetap kuat mengikuti turunnya suku bunga AS. Namun, potensi kenaikan terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dan kekhawatiran ekspansi fiskal.”

Yusuke Matsuo, Ekonom Mizuho Securities
“Ada kemungkinan besar Bank of Japan yang menjajaki kenaikan suku bunga dan The Fed yang berpotensi memangkas suku bunga akan bergerak berlawanan arah. Pasar valas diperkirakan bergerak bertahap ke arah apresiasi yen dan pelemahan dolar.”

Steven Englander, Kepala Riset FX G-10 Standard Chartered
“Powell tidak akan memberikan pidato seperti itu jika ia tidak yakin FOMC hampir pasti memangkas suku bunga. Pertanyaannya adalah, seberapa tinggi data ketenagakerjaan (NFP) bisa menggagalkan pemangkasan, dan seberapa rendah harusnya untuk memicu pemangkasan 50 basis poin.”

Billy Leung, Strategis Global X Management (Aus)
“Sinyal dovish Powell membangkitkan selera risiko dan memicu rotasi ke saham siklikal dan kapitalisasi kecil. Namun, bagi Asia, katalis utamanya tetap pada musim laporan keuangan. Bisa jadi akan ada aksi ambil untung seiring puncak laporan laba.”

Katsutoshi Inadome, Strategis Sumitomo Mitsui Trust Asset Management
“Pasar Asia mulai beralih ke sentimen risk-on seiring ekspektasi pelonggaran The Fed. Saham naik, dan komoditas seperti minyak dan emas juga diburu. Namun di obligasi, sentimen ini bisa memicu tekanan kenaikan yield, tergantung respons masing-masing bank sentral.”

Chetan Seth, Strategis Nomura Holdings
“Di luar Jepang, kami melihat peluang lebih baik di pasar ASEAN-4, di mana pemangkasan suku bunga The Fed bisa memberi ruang bank sentral ASEAN menurunkan suku bunga demi mendukung pertumbuhan. Bank Indonesia sudah lebih dulu mengejutkan pasar dengan pemangkasan 25 bps, dan kami memperkirakan lebih banyak pemangkasan di Indonesia, Filipina, dan Thailand.”

(bbn)

No more pages