Logo Bloomberg Technoz

Neraca Pembayaran RI Defisit, Terparah dalam 2 Tahun

Hidayat Setiaji
21 August 2025 10:21

Karyawan menghitung uang dolar AS di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang dolar AS di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode kuartal II-2025. Neraca pembayaran mengalami defisit, demikian pula transaksi berjalan (current account).

Pada Kamis (21/8/2025), BI mengumumkan NPI mengalami defisit US$ 6,7 miliar pada kuartal II-2025. Ini menjadi defisit terdalam sejak kuartal II-2023 atau 2 tahun terakhir.

Transaksi berjalan mencatat defisit US$ 3 miliar atau 0,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jauh lebih dalam ketimbang kuartal sebelumnya yaitu US$ 0,2 miliar (0,1% PDB).


"Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus, meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas menurun sejalan dengan harga minyak global yang lebih rendah.

Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring dengan kenaikan pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola triwulanan. Surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi kenaikan hibah dan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri," papar laporan BI.