Logo Bloomberg Technoz

Pemangkasan Suku Bunga Belum Usai, Ini Catatan Ekonom

Riset
20 August 2025 17:57

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 4,87%, Terendah Sejak Pertengahan 2021 (Diolah berbagai sumber)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 4,87%, Terendah Sejak Pertengahan 2021 (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00% pada Agustus 2025. Keputusan ini menegaskan arah kebijakan moneter longgar yang tengah diambil, di tengah inflasi yang masih terkendali dan kestabilan nilai tukar rupiah.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, termasuk salah satu analis yang tepat memprediksi langkah BI ini. Menurutnya, masih ada ruang penurunan lanjutan hingga 50 bps, sehingga BI rate berpotensi mencapai 4,50% di akhir tahun. Fakhrul menilai, momentum penguatan rupiah menjadi penopang utama bagi kelanjutan kebijakan akomodatif tersebut.

Meski prospek pemangkasan suku bunga terbuka, Fakhrul mengingatkan sejumlah catatan krusial. Stabilitas sektor keuangan yang tercapai saat ini harus dijaga, terutama karena daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan. Ia menilai, pemerintah harus memastikan rantai pasok pangan berjalan baik agar inflasi pangan tidak mengganggu stabilitas harga.


“Fluktuasi harga pangan masih menjadi faktor risiko. Persediaan beras, daging ayam, sayuran, dan kebutuhan pokok lain harus dijaga, terutama terkait program MBG yang diperkirakan mencapai 32.000 dapur pada November 2025,” tegas Fakhrul. Menurutnya, kesiapan pemerintah dalam memastikan stok pangan akan diuji sepanjang tahun ini.

Selain itu, peningkatan belanja pemerintah di paruh kedua 2025 menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi. Namun tanpa eksekusi yang tepat, risiko inflasi pangan dapat mengikis manfaat dari stimulus fiskal. Fakhrul menilai, strategi rantai pasok harus disiapkan sedini mungkin agar inflasi terkendali.