Logo Bloomberg Technoz

Batas Ekspor Kurang Sebulan, Konsentrat Freeport Berisiko Numpuk

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 August 2025 08:30

Sebuah truk pengangkut sedang memuat bijih ke tumpukan stok di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri
Sebuah truk pengangkut sedang memuat bijih ke tumpukan stok di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Freeport Indonesia (PTFI) berisiko mengalami kelebihan pasokan (oversupply) konsentrat tembaga setelah izin ekspornya berakhir pertengahan bulan depan, sementara smelter katodanya di Manyar, Gresik, Jawa Timur masih belum bisa beroperasi dan berproduksi dalam kapasitas penuh. 

Dalam kaitan itu, analis komoditas dan Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo berpendapat, ketika smelter katoda Freeport belum beroperasi penuh, perusahaan perlu mencari cara mengolah konsentrat yang tak lagi bisa diekspor.

Jika kapasitas smelter di dalam negeri belum mencukupi untuk mengolah konsentrat tembaga Freeport, lanjutnya, perseroan pun rawan menghadapi tantangan dalam penyerapan produksi.


“Ada kemungkinan selama masa transisi ini, PTFI harus mencari cara untuk menampung atau mengolah konsentrat yang tidak bisa diekspor,” kata Sutopo ketika dihubungi, Kamis (21/8/2025).

Pekerja memegang segumpal konsentrat tembaga./Bloomberg-Dado Galdieri

Pengaruhi Global