Logo Bloomberg Technoz

“Soal keamanan, mereka bersedia menempatkan orang di lapangan,” kata Trump kepada Fox News. “Kami bersedia membantu dengan hal-hal tertentu, terutama — mungkin lewat udara, karena tidak ada yang memiliki kemampuan seperti kami, sungguh tidak ada. Tapi saya rasa itu tidak akan menjadi masalah.”

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menambahkan bahwa Trump memahami pentingnya jaminan keamanan untuk memastikan perdamaian yang langgeng.

“Ia telah menginstruksikan tim keamanan nasionalnya untuk berkoordinasi dengan mitra Eropa, serta terus berdiskusi dengan Ukraina dan Rusia,” ujarnya. Leavitt menegaskan bahwa meski Trump menolak opsi pengerahan pasukan darat AS, Washington “tetap bisa membantu dalam koordinasi dan mungkin menyediakan bentuk jaminan keamanan lainnya.”

Pemerintah Inggris menyatakan, dalam beberapa hari ke depan pejabat militer Eropa akan bertemu dengan mitra AS untuk merumuskan “jaminan keamanan yang kuat dan mempersiapkan pengerahan pasukan penenang jika pertempuran berakhir.”

Pembicaraan itu juga akan melibatkan komandan tertinggi NATO di Eropa serta para kepala pertahanan negara-negara anggota, menurut sumber yang mengetahui agenda tersebut.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan kepada wartawan di Lisbon bahwa rincian jaminan itu akan disepakati “dalam beberapa hari mendatang, sebaiknya pekan ini.”

Meski banyak pemimpin Eropa menyebut pertemuan di Gedung Putih sebagai sebuah terobosan berkat sikap Trump, sejumlah pejabat tetap skeptis terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai — dan meragukan apakah jaminan keamanan cukup untuk menahan langkah Putin.

Kremlin sendiri menolak keras kemungkinan hadirnya pasukan NATO di wilayah Ukraina, sambil tetap menuntut Kyiv menyerahkan kendali atas sebagian besar wilayah timur negara itu.

Sebagai bagian dari paket yang sedang disusun, tahap pertama mencakup penguatan militer Ukraina melalui pelatihan dan tambahan pasukan, menurut sumber yang mengetahui pembahasan itu.

Pasukan tersebut akan didukung oleh kelompok multinasional, sebagian besar dari Eropa, di mana Inggris dan Prancis siap mengirim ratusan tentaranya untuk ditempatkan di Ukraina — namun tidak di garis depan pertempuran.

Rencana itu juga mencakup dukungan “backstop” dari AS, berupa berbagi intelijen, pengawasan perbatasan, penyediaan persenjataan, serta kemungkinan sistem pertahanan udara.

Pejabat Eropa memperkirakan, setidaknya AS akan tetap menyediakan intelijen dan peralatan militer melalui mitra-mitra Eropa.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sebelumnya mengusulkan skema jaminan keamanan mirip NATO untuk Ukraina. Skema ini pada dasarnya akan memberi Kyiv komitmen kuat dari para sekutu dalam hal pertahanan bersama, meski tanpa keanggotaan resmi di aliansi tersebut. Dalam kunjungannya ke Washington pada Senin, ia menegaskan bahwa usulan itu menjadi salah satu agenda utama pembahasan para sekutu.

(bbn)

No more pages