Logo Bloomberg Technoz

Insentif Tak Jelas, Penjualan Motor Listrik Paruh I-2025 Anjlok

Merinda Faradianti
19 August 2025 19:40

Pengunjung melihat motor listrik dalam ajang PEVS 2025 di JIExpo Kemayoran, Selasa (29/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat motor listrik dalam ajang PEVS 2025 di JIExpo Kemayoran, Selasa (29/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan motor listrik mencatatkan penurunan signifikan memasuki pertengahan tahun 2025 ini. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi mengatakan, penurunan penjualan mencapai kisaran 20%-40% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara umum antara 20% sampai dengan 40% penurunan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Itu terjadi saat sekarang ini penjualannya," katanya pada Bloomberg Technoz, Selasa (19/8/2025).

Budi mengungkap faktor penyebab turunnya penjualan adalah tidak jelasnya kelanjutan subsidi motor listrik setelah tahun lalu mendapat diskon jor-joran. Meski kata Budi, penurunan penjualan antar merek mengalami fluktuatif satu sama lain.


"Salah satu faktor penyebab adalah beberapa dari masyarakat kita sudah tahu dan kemudian menunggu menyangkut masalah subsidi yang belum ada kepastian," tambahnya.

"Jadi secara umum memang penjualan turun semuanya, tapi berapa persennya antara satu merek dengan yang lain memang agak berbeda. Ada merek yang pintar membuat satu strategi penjualan. Bahkan pintar juga mengikuti tren masyarakat dan target penjualan juga cukup lumayan bagus."