Selain untuk tenaga pendidik, alokasi terbesar anggaran pendidikan ditujukan untuk siswa dan mahasiswa, yakni mencapai Rp401,5 triliun. Anggaran terbesar dari segmen ini digelontorkan untuk Program Makan Bergizi gratis, yakni mencapai Rp335 triliun untuk 82,9 juta penerima manfaat.
Kemudian, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memperoleh Rp25 triliun untuk 4.000 mahasiswa. Untuk Program Bidik Misi atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dialokasikan sebesar Rp17,2 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa. Terakhir, Program Indonesia Pintar dialokasikan Rp15,6 triliun untuk 21,1 juta siswa
Selain untuk tunjangan guru dan siswa, anggaran pendidikan juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sekolah dengan total nilai Rp150,1 triliun.
Angka tersebut terdiri dari: Aanggaran sebanyak Rp24,9 triliun dialokasikan untuk sekolah rakyat. Rinciannya, pembangunan sekolah baru di 200 lokasi dengan nilai Rp20 triliun, dan operasional 200 lokasi lainnya senilai Rp4,9 triliun.
Kemudian, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 53,6 juta siswa memperoleh Rp64,3 triliun, sementara Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk 7,7 juta siswa mendapat Rp5,1 triliun.
Selanjutnya, renovasi 850 madrasah dan 11.686 sekolah sebesar Rp22,5 triliun. Bantuan Operasional untuk 201 Perguruan Tinggi Negeri/lembaga Rp9,4 triliun . Terakhir, pembangunan sekolah unggulan di 9 lokasi Rp3 triliun.
“Peningkatan anggaran ini diharapkan memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memastikan kesejahteraan guru serta dosen di seluruh Indonesia,” ujar Sri Mulyani.
(lav)































