"Kami akan terus bekerja bersama, termasuk insentif-insentif fiskal yang akan kita jaga dan kita siapkan bersama-sama agar investasi masuk, tetapi pada saat yang sama fiskal tetap prudent," tutur dia.
Pacu Ekspor
Di sisi lain, pemerintah juga tengah berupaya memperluas perjanjian kemitraan dagang melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau CEPA ke berbagai belahan negara-negara baru, seperti Kanada dan Peru yang belakangan juga telah tercapai.
Perluasan kemitraan tersebut ditujukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendiversifikasi pasar ekspor dari berbagai produk dan komoditas andalan dalam negeri.
"Jadi kita juga berharap untuk ekspor dan hilirisasi juga akan tetap memberikan kontribusi yang cukup baik."
Pemerintah resmi menetapkan asumsi makro dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Dalam rancangan itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan mencapai 5,4%. Perkiraan tersebut lebih besar dari target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang dipatok sebesar 5,2%.
Hal ini diungkapkan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato RAPBN 2026 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna di hadapan seluruh anggota parlemen di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2025).
"Dengan pengelolaan fiskal yang kuat, maka pertumbuhan ekonomi 2026 targetnya 5,4% atau lebih," ujar Prabowo.
(lav)






























