“Restrukturisasi kebijakan subsidi energi fosil ke energi terbarukan, penyederhanaan proses perizinan dan pengadaan di PLN,” dikutip dari lampiran pidato, Jumat (15/8/2025).
Lewat lampiran pidato yang sama, pemerintah menyoroti tantangan untuk meningkatkan bauran EBT di antaranya ketersediaan investasi, infrastruktur kelistrikan, tata kelola regulasi hingga perizinan.
Sebelumnya, Kementerian ESDM membeberkan total kapasitas terpasang EBT baru mencapai 15,2 GW atau 14,5% dari total pembangkit nasional per Semester I-2025.
Realisasi pembangkit EBT terpasang itu terpaut jauh dari target yang dicanangkan pemerintah mencapai 23% sampai akhir tahun ini.
Data posisi terakhir bauran energi bersih itu menjadi bagian dari presentasi capaian kinerja semester I-2025 yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Adapun, penambahan kapasitas terpasang EBT sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025 sebesar 876,5 megawatt (MW), naik 15% dibandingkan dengan penambahan kapasitas EBT untuk keseluruhan tahun 2024 di level 761,9 MW.
Sejumlah proyek EBT yang telah beroperasi komersial atau commercial operation date pada paruh pertama tahun ini di antaranya PLTP Lumut Balai dan PLTP Ijen serta PLTP Gunung Salak. Total kapasitas setrum dari pembangkit geothermal itu mencapai 105,2 MW.
Selanjutnya, PLTA Merangin dengan tambahan kapasitas listrik 492 MW. Terdapat tambahan 8,2 MW dari PLTM Merangin dan PLTM Kanzy.
Sementara itu, terdapat tambahan listrik 233,3 MW dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun, terdapat COD sejumlah pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) yang tersebar di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah, dengan kapasitas keseluruhan 37,8 MW.
Di sisi lain, Kementerian ESDM melaporkan terdapat tambahan kapasitas listrik terpasang sebesar 4,4 GW sepanjang semester I-2025.
Lewat tambahan kapasitas setrum anyar itu, Kementerian ESDM mencatat total kapasitas listrik terpasang sampai periode yang berakhir Juni 2025 mencapai 105 GW.
(naw)





























