Logo Bloomberg Technoz

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 68. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang kembali finis di zona hijau. Target resisten terdekat adalah US$ 3.373/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 3.405/troy ons.

Waspadai pivot point di US$ 3.358/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan bisa menguji support US$ 3.350/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.037/troy ons.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Penyebab Kenaikan Harga Emas

Perkembangan dari Amerika Serikat (AS) menjadi katalis bagi kenaikan harga emas. Pemerintahan Presiden Donald Trump kini makin kencang cawe-cawe dalam urusan moneter yang menjadi ranah bank sentral Federal Reserve.

Teranyar adalah Menteri Keuangan Scott Bessent yang bersuara. Bessent menegaskan The Fed perlu segera menurunkan suku bunga acuan.

“Saya rasa kita bisa masuk ke fase penurunan suku bunga acuan, dimulai dengan pemotongan 50 basis poin (bps) pada September. Jika Anda melihat berbagai model, seharusnya kita sudah menurunkan suku bunga acuan 150, mungkin 175 bps. Saya rasa semestinya sudah ada penurunan pada Juni dan Juli,” terang Bessent dalam wawancara di program Bloomberg Surveillance.

Pernyataan Bessent ini mengerek ekspektasi bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat benar-benar akan menurunkan suku bunga acuan. Bahkan mulai bermunculan penurunannya bisa ‘jumbo’.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 93,8%. Namun kini ada pula kemungkinan penurunan 50 bps ke 3,75-4% yaitu sebesar 6,2%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan kala suku bunga bergerak turun.

(aji)

No more pages