Logo Bloomberg Technoz

Adapun, penetapan ICP tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 269.K/MG.01/MEM.M/2025 tertanggal 8 Agustus 2025.  

Selain itu, Tri memandang turunnya harga acuan minyak mentah juga dipengaruhi kekhawatiran pasar soal potensi kenaikan tarif perdagangan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Di saat yang sama, kata Tri, pasar juga mewaspadai peningkatan stok minyak mentah (crude) AS yang naik 7,7 juta barel menjadi 426,7 juta barel pada akhir Juli 2025.

“[Hal tersebut] yang menyebabkan peningkatan pasokan minyak mentah dunia," tegas dia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, Tri memandang penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh run rate kilang di Taiwan yang mengalami penurunan pada akhir Juli 2025 menjadi 780.000 bph atau 71,5% dari total kapasitas.

Pada awal Juni 2025, padahal, run rate kilang di Taiwan tercatat sebesar 835.000 bph atau 76,6% dari total kapasitas.

Berikut perincian perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Juli 2025 dibandingkan dengan Juni 2025:

  1.  Dated Brent turun sebesar US$0,47/barel dari US$71,46/barel menjadi US$70,99/barel.
  2. WTI (Nymex) turun sebesar US$0,08/barel dari US$67,33/barel menjadi US$67,24/barel.
  3. Brent (ICE) turun sebesar US$0,25/barel dari US$69,80/barel menjadi US$69,55/barel.
  4. Basket OPEC naik sebesar US$1,04/barel dari US$69,73/barel menjadi US$70,78/barel.
  5. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$0,74/barel dari US$69,33/barel menjadi US$68,59/barel.

(azr/wdh)

No more pages