Catatan Buruh Jelang Jelang Pidato Prabowo dan Nota Keuangan
Merinda Faradianti
13 August 2025 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan buruh memberikan sejumlah catatan kepada Presiden Prabowo Subianto jelang pembacaan pidato Nota Keuangan Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2025.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirat mengatakan Nota Keuangan Presiden Prabowo tidak boleh hanya sekadar deretan angka ekonomi makro. Pidato presiden, kata dia, harus memuat kebijakan nyata yang langsung menyentuh kehidupan pekerja atau buruh.
“Kesejahteraan pekerja dan buruh bukan sekadar isu moral, melainkan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Mirah dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).
Adapun tujuh poin utama yang menjadi harapan asosiasi pekerja dan buruh mulai dari perlindungan daya beli, kebijakan pengupahan yang adil, lapangan pekerjaan yang berkualitas, dan penguatan jaminan sosial. Kemudian, perlindungan pekerja migran dan informan, dialog sosial yang sejati hingga kesesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri,
"Aspirasi berharap tujuh poin ini dapat menjadi prioritas presiden dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan, serta tecermin jelas dalam pidato Nota Keuangan 16 Agustus 2025," tegasnya.
































