"Kita sudah menyerahkan hasil film, ya udah kita nggak bisa apa-apa, nggak ada persiapan lagi,"katanya.
Dia pun mengimbau agar anak-anak bisa menyaksikan filmnya tersebut, sehingga bisa meresapi pesan moral di dalamnya.
"Kita mengimbau teman-teman, anak-anak untuk menonton ini supaya dapat pesan moral dari film Merah Putih ini untuk Indonesia,"pesannya.
Film animasi dalam negeri Merah Putih One For All sebelumnya memang telah banyak menuai kontroversi. Berikut fakta- fakta kontroversinya.
Pakai Karakter Tanpa Izin
Film animasi "Merah Putih": One For All dituding melakukan penjiplakan. Seniman asal Pakistan, Junaid Miran ini pun mengatakan bahwa karakter anak Papua mirip dengan karakter yang ia buat 10 bulan lalu.
Sokongan Dana dari Pemerintah
Film animasi 'Merah Putih': One For All disebut menerima biaya produksi untuk pembuatan film ini yakni Rp6,7 miliar.
Kualitas Animasi Dinilai Jelek
Ragam komentar ketika trailer film animasi 'Merah Putih': One For All ini muncul, banyak yang mengkritik kualitasnya jauh dari standar film animasi yang layak.
OST Terindikasi Pakai AI
Pelatih vokal dan kreator konten, Indra Aziz, membedah original soundtrack (OST) film Merah Putih One for All. Menurutnya, OST fim ini terindikasi dibuat oleh perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Minta Batal Tayang
Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) pun menanggapi bahwa lebih baik film animasi "Merah Putih": One For All batal tayang di bioskop agar mendapatkan pelajaran banyak tentang pembuatan animasi ini.
(dec/spt)































