Logo Bloomberg Technoz

Pekerja Migran RI di Jepang Baru 12%, Keterbatasan Sertifikasi

Muhammad Fikri
13 August 2025 12:30

Bendera Jepang. (Dok: Bloomberg)
Bendera Jepang. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) masih minim, baru mencapai 10.181 orang atau sekitar 12% dari total kebutuhan.

Angka ini jauh di bawah Vietnam yang sudah menguasai 59% pangsa pasar tenaga kerja asing di skema tersebut.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding mengatakan Jepang tengah menghadapi krisis tenaga kerja akibat populasi menua (super aging society), dengan 30% penduduk berusia di atas 60 tahun. Pemerintah Jepang memproyeksikan kebutuhan 630 ribu tenaga kerja di berbagai sektor dan telah membuka peluang hingga 820 ribu pekerja asing melalui SSW sampai 2029.


“Tidak banyak, sekitar 12% saja. Angka 160 ribu yang sering disebut itu kemungkinan besar pekerja magang, bukan SSW. Ini perlu kita data ulang,” kata Karding di Jakarta, Rabu (13/8/2025)

Data Indonesian Business Council (IBC) menunjukkan Indonesia tertinggal dalam pemanfaatan peluang ini. Selain Vietnam di posisi teratas dengan 59%, negara lain seperti Filipina dan China juga menempatkan lebih banyak pekerja di Jepang dibandingkan Indonesia.