6 Perilaku Scam Paling Berbahaya di Dunia Digital Tahun 2025
Farid Nurhakim
12 August 2025 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejahatan siber makin canggih pada 2025 serta kian memengaruhi manusia. Dengan kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), rekayasa sosial, dan pelanggaran data, para penipu (scammers) mempunyai alat-alat baru untuk mengeksploitasi individu, bisnis, dan bahkan sistem pemerintahan.
Berikut ada 6 kasus penipuan (scam) yang paling menonjol pada tahun ini.
1. Kloning Suara AI
Melansir TechDigest, Selasa (12/8/2025) para pelaku penipuan kini menggunakan AI untuk mengkloning suara manusia. Sebuah studi 2023 mengungkapkan bahwa 10% pengguna internet global mengalami penipuan lewat suara AI.
Dalam kasus scam ini, pelaku kejahatan memakai sampel audio—terkadang dari media sosial (medsos) atau rekaman pesan suara—untuk meniru suara seseorang. Mereka menelepon atau mengirim pesan kepada korban dengan berpura-pura menjadi kerabat, teman, kolega, ataupun eksekutif perusahaan. Pesan-pesan ini kerap mendesak dan penuh emosi, misalnya, seorang “putri” sangat membutuhkan uang atau seorang “CEO” meminta transfer dana darurat. Karena suara mereka terdengar begitu nyata, korban seringkali bertindak sebelum memverifikasinya.
Teknologi kloning suara saat ini makin mudah diakses dan terjangkau. Di mana tak lagi memerlukan peralatan khusus untuk menghasilkan suara palsu yang meyakinkan—cukup beberapa detik audio dan software AI yang mendasar. Cara untuk mencegahnya, yakni selalu melakukan permintaan verifikasi yang tidak biasa melalui saluran sekunder. Jika ada yang tampak mencurigakan, hentikan dan periksa kembali sebelum mengambil tindakan.
2. Penipuan Keuangan dan Investasi
Skema fraud investasi tetap menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling menguntungkan. Pada 2024, para konsumen kehilangan sebesar US$5,7 miliar (setara Rp92,9 triliun) akibat penipuan investasi atau kasusnya meningkat 24% dibandingkan tahun 2023 lalu. Para penipu mengoperasikan platform mata uang kripto palsu, bot perdagangan berbasis AI, dan klub investasi “private” dengan imbal hasil yang tinggi. Operasi ini sering kali mencakup situs web yang dirancang secara profesional, dukungan palsu, dan dasbor kinerja palsu untuk memberikan kredibilitas.

































