Militer Israel mengklaim pasukannya menembakkan artileri ke arah Hamas di wilayah tersebut. Tidak ada tanda-tanda pasukan bergerak lebih dalam ke Kota Gaza sebagai bagian dari serangan Israel yang baru disetujui, yang diperkirakan tidak dimulai dalam beberapa pekan mendatang.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka telah membongkar situs peluncuran di timur Kota Gaza pada Minggu, yang digunakan Hamas untuk menembakkan roket ke komunitas Israel di seberang perbatasan.
Sebelumnya, Netanyahu menyatakan telah menginstruksikan militer Israel untuk mempercepat rencana serangan baru.
"Saya ingin mengakhiri perang secepat mungkin, dan itulah sebabnya saya telah menginstruksikan IDF untuk memperpendek jadwal pengambilalihan kendali atas Kota Gaza," ujar Netanyahu.
Dia menjelaskan serangan baru tersebut akan fokus pada Kota Gaza, yang ia labeli sebagai "ibu kota terorisme" Hamas. Ia juga menyiratkan wilayah pesisir tengah Gaza mungkin menjadi sasaran selanjutnya, menuding Hamas telah mengerahkan pasukan ke sana.
Serangan militer yang direncanakan Israel bertepatan dengan semakin parahnya kelaparan di Gaza. Pada Senin, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lima orang lagi meninggal karena malnutrisi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir. Ini meningkatkan jumlah kematian akibat sebab tersebut menjadi 222, termasuk 101 anak-anak, sejak perang dimulai.
Israel mengklaim telah meningkatkan masuknya bantuan dan barang-barang komersial ke Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Para pejabat Palestina dan PBB mengatakan bantuan tersebut hanya sebagian kecil dari yang dibutuhkan Gaza.
Rencana pencaplokkan ini menimbulkan kekhawatiran dunia internasional. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut rencana tersebut menandai "bencana dengan tingkat keseriusan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan "tindakan menuju perang yang tak berujung."
Pada Jumat, Jerman, sekutu utama Eropa, mengumumkan akan menghentikan ekspor peralatan militer ke Israel yang bisa digunakan di Gaza. Inggris Raya dan sekutu Eropa lainnya mendesak Israel mempertimbangkan kembali keputusannya meningkatkan serangan militer di Gaza.
Mike Huckabee, Duta Besar AS untuk Israel, mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa negara tampaknya menekan Israel, alih-alih Hamas. Dia mengklaim serangan mematikannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 memicu perang saat ini.
(ros)































