DANA Dorong Inklusi Keuangan Digital hingga Pelosok

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dompet digital DANA terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia, tak hanya di kota besar, tetapi juga hingga ke daerah pelosok dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Menurut Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, fokus ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menjembatani kesenjangan akses dan literasi layanan keuangan yang masih terjadi antara kota besar dan daerah.
"Indeks inklusi keuangan itu naik memang dari kalau dilihat dari tahun 2019 yang masih angkanya di bawah 80%. Di tahun 2025 ini, angka OJK [Otoritas Jasa Keuangan] menunjukkan sudah hampir 85% inklusi keuangan. Tapi sebenarnya antara data yang di kota besar sama di pedesaan itu ada gap, yang di kota lebih tinggi dibanding dengan yang ada di pedesaan atau di rural atau sub urban ya. Dan itu keduanya antara inklusi dan juga literasi. Jadi ada kesenjangan akses," jelas Olavina kepada Bloomberg Technoz.
“Makanya kami inginnya membantu pemerintah juga mengurangi kesenjangan itu supaya namanya inklusi itu benar-benar merata maupun mau di desa maupun di rural atau sub urban.”
Olavina mengungkapkan, meskipun penetrasi pengguna DANA di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah tinggi, tetapi menurutnya justru beberapa kota lapis dua dan tiga justru menunjukkan tingkat penggunaan yang lebih besar. Pasalnya masyarakat tersebut disebutnya belum banyak memaksimalkan penggunaan rekening bank meski telah memiliki akses layanan perbankan.
“Nah biasanya mereka akan menggunakan DANA atau menggunakan e-wallet sebagai pintu pertama masuk ke dalam layanan keuangan digital dan itu digunakan untuk berbagai kebutuhan yang mereka miliki gitu,” terang dia.

































