Tantangan Infrastruktur dan Literasi
Namun, upaya memperluas inklusi digital ini bukan tanpa halangan. Akses terhadap infrastruktur internet, kepemilikan perangkat, dan rendahnya literasi keuangan masih menjadi hambatan utama.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DANA mengembangkan strategi layanan yang diklaim ringan dan dapat diakses lewat perangkat sederhana. Selain itu, perusahaan juga gencar melakukan edukasi ke masyarakat, termasuk memperkenalkan manfaat dompet digital untuk transaksi harian maupun akses ke layanan seperti asuransi dan investasi.
Di sisi lain mereka mengoptimalkan mitra DANA untuk masyarakat dapat melakukan top-up dan cash out, agar masyarakat “bisa ambil di mana saja, walaupun mereka tidak punya ATM.”
“Jadi strategi kami adalah keterbukaan kami pada ekosistem agar kami bisa bermitra dengan luas, kerja sama dengan regulator di tingkat pusat, tingkat daerah juga, dan juga melakukan edukasi-edukasi agar literasinya semakin meningkat. Kami punya program DANA Academy di mana kami datang ke masyarakat, memberi edukasi tentang digitalisasi, bidang usaha, akses keuangan, dan lain-lainnya,” terangnya.
Program SisBerdaya: Dorong UMKM Perempuan
Salah satu inisiatif unggulan DANA adalah SisBerdaya, sebuah program pelatihan yang menyasar perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dalam tiga tahun terakhir, program ini telah menjangkau hampir 10.000 peserta, dengan 5.000 di antaranya bergabung hanya pada tahun 2025 ini.
Salah satu kisah inspiratif dari program SisBerdaya datang dari Mbak Kichi di Kupang, pemilik kedai kopi Kopi SAa. Usaha ini tidak hanya menjual kopi khas NTT, tetapi juga memberdayakan petani kopi perempuan di sekitarnya sebagai pemasok utama.
“Bu Kichi bercerita kepada kami kalau setelah program SisBerdaya revenue-nya naik 80%. Mungkin bagi orang lain itu terasa kecil, tapi bagikopi SAa itu sudah merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dan cukup membanggakan untuk kami yang ikut memberikan andil di dalamnya. Kami ikut bangga dan ikut senang dengan kesuksesan mereka,” tutur Olavina.
Langkah Keberlanjutan dan Kolaborasi
Agar inisiatif sosial ini berkelanjutan, DANA berkomitmen menjadikan program seperti SisBerdaya sebagai bagian dari pilar ESG (Environment, Social, and Governance). Mereka juga rutin memperbarui kurikulum dan menjalin kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak. “Itu semua kami evaluasi agar tetap relevan untuk para pesertanya. Relevansi ini kami ciptakan agar dampak kami terhadap UMKM terus berkelanjutan.”
Adapun dalam 12 bulan ke depan, DANA berencana memperluas cakupan layanan sejalan dengan inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Salah satunya adalah mendukung perluasan transaksi QRIS lintas negara (QRIS cross border) ke negara-negara Asia lainnya.
Terlebih menurutnya, pertumbuhan pesat jumlah pengguna QRIS yang telah mencapai lebih dari 53 juta orang, DANA menilai masa depan industri tekfin di Indonesia masih sangat menjanjikan. Namun, agar pertumbuhan ini sehat dan berkelanjutan, Olavina menekankan pentingnya penguatan aspek keamanan dan adopsi teknologi seperti AI, serta kerja sama erat antara pelaku industri dan regulator.
“Fokus DANA adalah di safe technology (teknologi yang aman) dan cara kami menunjukkan bukti nyatanya adalah kami berkomitmen terhadap keamanan yang bisa dilihat oleh masyarakat adalah DANA Protection. Itu fitur yang ada di dalam aplikasi DANA, di mana pengguna bisa memeriksa apakah a status perlindungan akun mereka,” ucap dia.
Kemudian “Mereka bisa mengakses fitur Scam Checker di dalamnya, jadi kalau menemukannomor-nomor atau situs-situs yang kira-kiranya membahayakan atau punya indikasi mau melakukan penipuan, tolong dicek apakah itu benar dari DANA? Kalau bukan dari DANA, tolong langsung dilaporkan karena kita sudah terintegrasi dengan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital). Upaya kolaborasi DANA dengan regulator ini dilakukan untuk terus memastikan keamanan pengguna di ekosistem digital.”
(tim)
































