Logo Bloomberg Technoz

“Kurikulum yang baik bukan hanya sarat jargon digital, tetapi juga membumi dan kontekstual misalnya, bagaimana remaja menilai informasi keliru di media sosial, memilih tayangan yang sesuai usia, serta mengontrol waktu layar,” jelasnya.

Lalu juga mengingatkan pentingnya transformasi peran sekolah formal agar tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter digital. 

"Yang dibutuhkan anak-anak bukan hanya bisa pakai teknologi, tapi tahu kapan tidak dipakai,” ucap Legislator dari Dapil Nusa Tenggara Barat II itu.

Ia menilai perkembangan zaman sebagai momentum reformasi pendidikan untuk mencetak generasi yang bukan hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dan tahan terhadap paparan negatif dunia digital.

“Anak-anak tumbuh dalam ekosistem yang didominasi konten visual, validasi sosial, dan interaksi instan. Mengajarkan mereka sekadar bisa pakai teknologi sama saja membiarkan mereka menjelajahi jalan bebas hambatan tanpa rambu-rambu," sebutnya.

Menutup pernyataan resminya, Lalu menekankan bahwa pendidikan literasi digital yang ideal harus melatih anak untuk berpikir kritis terhadap konten yang mereka hadapi setiap hari. 

“Anak-anak harus memahami bahwa tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang gratis itu aman, dan tidak semua yang disukai algoritma itu layak diikuti," tutupnya.

(dec/spt)

No more pages