Logo Bloomberg Technoz

Rupiah juga bergerak stabil meski agak tertekan dengan pelemahan 0,08% di level Rp16.287/US$.

Lanskap pasar global memang cenderung berhati-hati sejak kemarin menyusul kecenderungan investor wait and see di pasar pendapatan tetap maupun ekuitas. 

Yield surat utang AS, US Treasury, misalnya, kemarin juga bergerak cenderung datar di mana tenor 10Y ada di level 4,28%.

"Langkah ini mencerminkan ekspektasi menguatnya efek kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump atas inflasi dengan ekspektasi inflasi core CPI bulanan di rentang 0,25% hingga 0,35% month-on-month," kata tim riset Mega Capital Sekuritas dalam catatannya.

Apabila realisasi inflasi core CPI lebih tinggi dibandingkan ekspektasi,  maka yield UST-10Y bisa naik hingga rentang 4,40% sampai 4.50%. Sebaliknya, bila efek inflasi tak berarti yaitu sama atau kurang dari 0,2%, yield UST-10Y akan turun ke 4,10%-4.20%," kata analis di antaranya Lionel Priyadi, Nanda Rahmawati dan Muhammad Haikal.

Pergerakan yield SUN 10Y di tengah lanskap global tersebut berpeluang turun sedikit ke kisaran 6,35%-6,40%.

Lelang SUN hari ini yang menargetkan penerbitan Rp27 triliun, diperkirakan akan disambut hangat oleh pasar menyusul penawaran seri baru. "Fokus transaksi hari ini adalah lelang FR0108 dengan tenor 11Y dan FR0109 bertenor 6Y," kata Lionel.

Animo asing meningkat

Animo investor di pasar Indonesia berlanjut positif untuk obligasi pemerintah RI.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga 8 Agustus lalu, global fund mencetak posisi net buy sebesar US$25,2 juta month-to-date. Asing telah memborong SBN sebesar US$3,61 miliar sepanjang tahun ini, termasuk salah satu terbesar di Asia mengalahkan nilai belanja global fund di Malaysia dan Thailand.

Sementara di pasar saham, asing mencetak net buy terbesar dalam sebulan terakhir pada perdagangan kemarin, yaitu senilai US$52,1 juta, tertinggi sejak 28 Juni.

Alhasil, selama Agustus, global fund membukukan net buy saham RI sebesar US$55,2 juta.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR-RI pada 16 Agustus nanti yang akan membeberkan keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan.

Sentimen di pasar surat utang domestik juga cenderung mempertahankan tren positif dengan keberhasilan penjualan global fund berdenominasi dolar Australia, alias kangaroo bond, pada pekan lalu.

(rui)

No more pages