Meski di satu sisi membuat kehebohan bagi masyarakat lantaran kebijakan tersebut, namun PPATK menggarisbawahi nasabah dapat mengajukan permohonan reaktivasi ke cabang masing-masing bank dengan memenuhi prosedur reaktivasi.
Selain itu, PPATK memastikan nasabah tidak akan kehilangan haknya sedikitpun atas dana yang dimiliki di perbankan. Sekadar catatan saja, langkah ini diambil oleh lembaga pengawasn keuangan tersebut karena PPATK menemukan 28.000 rekening yang berasal dari jual beli rekening yang digunakan untuk deposit perjudian online.
Kendati demikian, warganet justru mengkritik pernyataan PPATK terkait pemblokiran sementara rekening bank tersebut.
Meski kritik mengalir untuk PPATK, tetapi per 31 Juli 2025, PPATK mengaku telah membuka kembali 28 juta lebih rekening dormant yang transaksinya sempat dibekukan sementara.
"Puluhan juta rekening tidak aktif, kami hentikan sementara transaksinya, lalu kami cek kelengkapan dokumennya serta keberadaan nasabahnya. Setelah diingatkan kepemilikan rekeningnya, segera kami cabut. Ramainya baru sekarang," ujar Ketua PPATK Ivan Yustiavandana kepada Bloomberg Technoz, Kamis (31/8/2025).
Dia menjelaskan kebijakan ini bukan hal yang baru dilakukan. Sebab, sejak beberapa bulan lalu, PPATK juga telah memblokir sementara dan membuka kembali puluhan juta rekening yang mengalami pemblokiran tersebut.
"Ramainya baru sekarang. Kami hentikan sejak beberapa bulan lalu, sudah kami buka kembali. Tidak ramai karena ini memang program pencegahan yang harus dilakukan," tutur Ivan.
Saat ini, lanjut dia, ribuan nasabah marah kepada PPATK karena rekening bank yang tak aktif dibekukan. "Setelah kami cek, ternyata alasan pembekuan bukan karena dormant tetapi karena murni rekening penampungan hasil pidana, mayoritas judi online," tegas dia.
Berdasarkan data internal hingga Februari 2025, PPATK juga telah menemukan sebanyak lebih dari 140.000 rekening berstatus dormant hingga lebih dari 10 tahun dengan nilai Rp428,61 miliar. Pemblokiran telah efektif dilakukan sejak 15 Mei lalu.
(prc/roy)




























