1. Seri A: tenor 370 hari, kupon 6,25% per tahun
2. Seri B: tenor 3 tahun, kupon 6,65% per tahun
3. Seri C: tenor 5 tahun, kupon 6,85% per tahun
PNM juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange senilai Rp1,75 triliun, terbagi dalam tiga seri dengan indikasi bagi hasil serupa.
Penerbitan ini mendapat respons positif dari pasar dan memperoleh peringkat tertinggi dari PEFINDO: idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk. Selain itu, penerbitan ini didukung oleh Impact Investment Exchange (IIX) yang merupakan bagian dari jaringan investor sosial global.
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk memperkuat permodalan program PNM Mekaar, sedangkan dana dari sukuk akan dialokasikan untuk pengembangan PNM Mekaar Syariah. Proses distribusi efek dilakukan secara elektronik pada 8 Juli 2025, dengan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan.
Arief menjelaskan bahwa dengan menerbitkan Orange Bonds, PNM menunjukkan keseriusannya dalam mengoptimalkan pemerataan akses pembiayaan bagi perempuan unbankable dan pengusaha ultra mikro agar mereka dapat lebih berdaya serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Ke depannya PNM akan terus memperluas jangkauan layanan melalui digitalisasi, penguatan ekosistem ultra mikro, dan peningkatan serta pengembangan kapasitas nasabah melalui pelatihan berkelanjutan,” tutupnya.
PNM juga berkomitmen untuk terus memperluas layanan melalui transformasi digital, penguatan ekosistem ultra mikro, serta pelatihan berkelanjutan bagi nasabah. Arief menambahkan bahwa perusahaan akan memperkuat tata kelola sosial berbasis indikator SDGs dalam kerangka ESG yang terukur.
(tim)
































