Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah Jelang Berlakunya Tarif Baru Trump

News
01 August 2025 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Sentimen investor memburuk menjelang tenggat waktu penetapan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyebabkan pelemahan pada bursa saham AS dan kontrak berjangka saham Asia.

Kontrak berjangka untuk indeks saham di Jepang, Australia, dan Hong Kong tercatat menurun. Indeks S&P 500 melemah 0,4% pada Kamis (31/7), menghapus kenaikan awal yang sempat dipicu oleh laporan laba sektor teknologi, yang mendorong nilai pasar Microsoft Corp menembus angka US$4 triliun.


Saham Apple Inc naik dalam perdagangan setelah jam pasar setelah melaporkan penjualan yang melampaui ekspektasi. Sebaliknya, saham Amazon.com Inc turun karena proyeksi ke depan yang mengecewakan. Surat utang pemerintah AS (Treasury) diperdagangkan dalam kisaran sempit, sementara harga emas naik dan dolar AS menguat untuk hari keenam berturut-turut.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap tarif dan prospek pertumbuhan ekonomi, yang mulai mengimbangi optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menopang saham teknologi berkapitalisasi besar. Meski AI masih menjadi landasan keyakinan jangka panjang investor, kini perhatian pasar beralih ke potensi gangguan perdagangan seiring AS dan para mitra dagangnya mempertimbangkan tarif baru.