"Subsektor yang ekspansi memiliki kontribusi sebesar 99,9% terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan I 2025," tambahnya.
Selain itu, terdapat dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah Industri Alat Angkutan Lainnya (KBLI 30) dan Industri Pengolahan Tembakau (KBLI 12). Sedangkan satu subsektor yang mengalami kontraksi adalah Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan (KBLI 33).
Pada bulan Juli 2025, nilai IKI variabel pesanan baru mengalami peningkatan sebesar 0,19 poin atau mencapai 54,40. Selanjutnya, nilai IKI variabel persediaan produk juga mengalami peningkatan sebesar 1,29 poin atau mencapai 54,99.
Nilai IKI variabel produksi masih kontraksi, namun mengalami peningkatan sebesar 2,35 poin atau mencapai 48,99.
"Artinya, demand [permintaan] produk manufaktur pada bulan Juli naik, stok banyak. Tapi produksinya kontraksi, artinya industri manufaktur sedikit mengurangi produksinya dan menggunakan produk yang ada di gudang dari bulan sebelumnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor," pungkas Febri.
(ain)





























