Logo Bloomberg Technoz

Pihak berwenang mengidentifikasi pelaku penembakan bernama Shane Tamura, pria berusia 27 tahun asal Nevada. Dia berkendara melintasi negara sebelum tiba di New York pada Senin. Penyidik sedang berusaha mengungkap motifnya.

Komisaris Polisi Jessica Tisch menjelaskan rekaman CCTV menunjukkan pelaku meninggalkan BMW hitam yang terparkir ganda dan memasuki gedung sambil membawa senapan. Empat orang, termasuk petugas polisi dan petugas keamanan, ditembak di lobi, sebelum tersangka menuju lift dan membiarkan seorang wanita keluar.

Dia kemudian naik ke lantai 33, kantor Rudin, di mana dia menembakkan beberapa peluru lagi, menewaskan seorang wanita. Dia lalu menembak dirinya sendiri.

"Kota ini berduka atas hilangnya nyawa tak bersalah," kata Tisch dalam konferensi pers.

Seiring menyebarnya kabar penembakan itu, karyawan di perusahaan ekuitas swasta dan bank lain mengatakan mereka bertukar pesan teks dan foto dengan teman-teman mereka di Blackstone dengan penuh kekhawatiran.

Seorang karyawan Blackstone membagikan foto yang menunjukkan tumpukan sofa yang mendekati langit-langit sebagai barikade. Menurut orang-orang yang menerima pesan tersebut, dua pegawai perusahaan itu memberi tahu teman-temannya bahwa mereka bersembunyi di dapur kantor.

Karyawan di Jefferies Financial Group Inc dan Citadel, yang keduanya memiliki kantor cabang di dekat lokasi kejadian, juga menerapkan lockdown.

Penembakan dilaporkan di Gedung Perkantoran New York City. (Bloomberg)

Ketika kantor Blackstone dievakuasi, beberapa karyawan tetap tinggal di dalam, enggan keluar. Perwakilan perusahaan dan NFL belum memberikan komentar atau merespons pesan. Blackstone merupakan manajer aset alternatif terbesar di dunia dan mempekerjakan hampir 5.000 orang pada akhir tahun lalu.

Polisi yang terbunuh, Didarul Islam, merupakan imigran dari Bangladesh yang telah bekerja selama tiga tahun.

"Dia adalah warga New York sejati," kata Wali Kota Eric Adams dalam jumpa pers. "Dia adalah pahlawan, dan kami mengaguminya karena telah mempertaruhkan nyawanya."

(bbn)

No more pages