Logo Bloomberg Technoz

Thailand mencatat jumlah korban tewas di pihaknya mencapai 19 orang, termasuk enam tentara sejak pecahnya pertempuran pada Kamis lalu, dengan lebih dari 60 orang terluka. Sementara itu, Kamboja melaporkan 13 korban tewas di pihak mereka.

Ini merupakan bentrokan paling mematikan antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade, dipicu oleh ketegangan lama yang kini berkembang menjadi konflik terbuka. Pada Mei lalu, dua tentara Thailand terluka parah akibat ranjau darat, sementara seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak di perbatasan—yang menjadi awal dari kebuntuan saat ini.

Baik Thailand maupun Kamboja sama-sama mengklaim bahwa mereka bertindak dalam rangka membela diri, dengan Bangkok bersikeras agar Kamboja menghentikan serangan sebelum gencatan senjata dapat dibahas.

Kedua negara memiliki sejarah panjang ketegangan perbatasan, meskipun hubungan relatif stabil sejak konflik berdarah tahun 2011 yang menewaskan puluhan orang. Ketegangan besar terakhir terjadi di sekitar kuil Preah Vihear, titik panas lama yang asal usulnya merujuk pada era kolonial Prancis.

Sebagian besar sengketa saat ini bersumber dari perbedaan penafsiran atas peta lama berdasarkan perjanjian Franco-Siam pada awal abad ke-20, yang dulu menetapkan batas wilayah antara Thailand dan Kamboja—saat itu bagian dari Indochina Prancis.

(bbn)

No more pages