“Kami memperkirakan perbaikan laba yang signifikan pada paruh kedua tahun ini.”
Laba operasional kuartal kedua yang berakhir 30 Juni tercatat sebesar 492,2 miliar won (US$358 juta), sementara pendapatan mencapai 5,6 triliun won — sesuai dengan hasil estimasi awal yang diumumkan awal bulan ini.
Kendati demikian, saham LG Energy sempat terkoreksi hingga 3,1% pada awal sesi perdagangan.
Nada optimistis dari LG Energy cukup kontras dengan prospek industri kendaraan listrik global yang kian suram.
Penjualan mobil listrik berbasis baterai di Eropa tumbuh paling lambat sepanjang tahun pada Juni lalu, mendorong produsen otomotif menyerukan stimulus tambahan untuk mendongkrak permintaan.
Sementara itu di AS, masa berlaku insentif pajak EV yang akan habis pada September dan tekanan tarif impor dari Presiden Donald Trump makin mempersempit ruang gerak produsen otomotif.
Tesla Inc., salah satu pelanggan utama LG Energy, baru saja mencatatkan salah satu kuartal terburuknya dalam lebih dari satu dekade. Elon Musk pun memperingatkan masa-masa sulit di depan mata.
(bbn)
































