Langkah efisiensi ini sejalan dengan tren di industri. Awal bulan ini, Microsoft Corp. yang juga gencar berinvestasi pada AI memulai gelombang PHK besar yang berdampak pada sekitar 9.000 karyawan, menjadi yang kedua kalinya sepanjang tahun 2025. Reuters melaporkan bahwa PHK di Amazon akan berdampak terhadap ratusan pekerja, meskipun perusahaan menolak menyebutkan jumlah pasti.
Amazon saat ini adalah perusahaan swasta terbesar kedua di AS setelah Walmart Inc., dengan total 1,56 juta karyawan per akhir Maret. Sebagian besar tenaga kerjanya berada di divisi logistik dan pengiriman, namun lebih dari 350.000 karyawan bekerja di divisi korporat seperti AWS.
Di sisi lain, Amazon juga menghadapi tekanan dari sisi keberlanjutan. Dalam laporan tahunan keberlanjutan yang dirilis Rabu (16/7/2025), Amazon mengungkapkan emisi karbon perusahaan meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada 2024. Emisi total mencapai 68,25 juta metrik ton setara karbon dioksida naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini dipicu oleh ekspansi besar-besaran pembangunan pusat data dan peningkatan konsumsi bahan bakar oleh mitra pengiriman. Sejak mengumumkan komitmen net-zero emission pada 2019 untuk menghilangkannya pada 2040, tetapi emisi Amazon justru tercatat naik sepertiga.
Lonjakan ini mencerminkan tantangan besar dalam mendukung teknologi canggih seperti AI, yang membutuhkan infrastruktur energi-intensif. Produksi pusat data melibatkan material seperti beton dan baja yang menghasilkan emisi tinggi.
Selain itu, pertumbuhan pesat pusat data AI meningkatkan permintaan listrik, bahkan memicu kembalinya pemanfaatan pembangkit listrik berbasis batu bara dan gas alam di beberapa wilayah, bertentangan dengan janji sektor teknologi untuk beralih ke sumber energi bersih.
Emisi dari listrik yang dibeli Amazon naik 1% pada 2024, peningkatan pertama sejak pelaporan dimulai pada 2019.
"Sebagian karena penggunaan listrik yang lebih tinggi untuk mendukung teknologi canggih," tulis Amazon dalam laporan tersebut.
Menanggapi hal ini, Amazon bersama perusahaan teknologi lainnya seperti Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft telah menandatangani kesepakatan pemanfaatan energi nuklir bebas karbon untuk mengurangi jejak emisi mereka di masa mendatang.
"Hal ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan sumber energi bebas karbon agar dapat terus menyediakan teknologi canggih yang dibutuhkan pelanggan kami," ujar Amazon dalam laporan tersebut.
(bbn)
































