Selain itu, Lazarus Group telah dikenal sebagai dalang di balik berbagai pencurian kripto dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kasus terbesar yang pernah mereka lakukan adalah peretasan terhadap perusahaan permainan kripto Axie Infinity. Lazarus saat ini telah membawa lari dana sebesar US$625 juta.
Chainalysis menambahkan bahwa peretasan terhadap Bybit mencerminkan pola yang lebih besar dalam strategi siber Korea Utara, yang kini semakin bergantung pada pencurian kripto sebagai bagian dari upaya menghindari sanksi ekonomi internasional.
Korea Utara, yang berada dalam isolasi internasional dan terputus dari sistem keuangan global, dalam beberapa tahun terakhir dikenal aktif menargetkan perusahaan-perusahaan Barat demi memperoleh aset digital guna mendukung program senjata nuklirnya yang dikenai sanksi.
Selain mencuri kripto, Korea Utara juga diketahui memanfaatkan ribuan pekerja IT jarak jauh untuk menyusup ke perusahaan teknologi global, mencuri kekayaan intelektual, dan memeras perusahaan agar membayar demi mencegah kebocoran data sensitif.
Dalam laporan sebelumnya, Chainalysis mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, kelompok peretas Korea Utara bertanggung jawab atas hampir dua pertiga dari seluruh insiden peretasan kripto yang tercatat secara global.
(prc/wep)





























