DPS = Total Dividen / Jumlah Saham Beredar
DPS menunjukkan seberapa besar laba yang dibagikan perusahaan kepada setiap lembar saham yang dimiliki investor.
Contoh Perhitungan Dividen Saham
Misalnya, perusahaan PT Angin Ribut Tbk mencatatkan laba sebesar Rp1 miliar dan memutuskan membagikan 20% dari laba tersebut sebagai dividen. Jumlah saham beredar sebanyak 1 juta lembar.
Langkah 1: Hitung Total Dividen
shell
CopyEdit
20% x Rp1.000.000.000 = Rp200.000.000
Langkah 2: Hitung Dividend Per Share (DPS)
ini
CopyEdit
DPS = Rp200.000.000 / 1.000.000 saham = Rp200 per lembar saham
Langkah 3: Hitung Dividen yang Diterima Investor
Jika Anda memiliki 100 lembar saham:
java
CopyEdit
100 lembar x Rp200 = Rp20.000
Jadi, Anda akan menerima dividen sebesar Rp20.000 dari kepemilikan saham tersebut.
Jadwal dan Frekuensi Pembayaran Dividen
Dividen bisa dibayarkan dengan berbagai frekuensi, seperti:
-
Bulanan
-
Triwulanan
-
Tahunan
Keputusan pembayaran dan besarannya ditentukan oleh dewan direksi berdasarkan kinerja keuangan perusahaan.
Rasio Keuntungan Dividen (Dividend Yield)
Untuk menilai imbal hasil dari dividen, Anda dapat menggunakan dividend yield, yaitu:
text
CopyEdit
Dividend Yield = (DPS / Harga Saham) x 100%
Rasio ini membantu investor menilai seberapa besar laba dari dividen dibandingkan dengan harga saham yang dibeli.
Pajak Dividen
Di Indonesia, dividen termasuk dalam objek Pajak Penghasilan (PPh). Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 4 Ayat 1 huruf g:
-
Pajak dividen untuk individu: 10% (bersifat final).
-
Pajak dividen untuk badan usaha atau BUT: 15% (PPh Pasal 23, bukan pajak final).
Pajak ini dipotong langsung oleh perusahaan sebelum dividen dibayarkan ke investor.
(seo)


























