Logo Bloomberg Technoz

Saham Hybe sempat turun hingga 1,3% pada hari Kamis, sebelum pulih dan naik 0,8% pada pukul 10:50 waktu Seoul. Secara keseluruhan, saham tersebut telah naik sekitar 39% sepanjang tahun ini.

“Pergerakan harga saham Hybe baru-baru ini lebih dipengaruhi oleh ekspektasi kinerja tahun depan ketimbang faktor eksternal terkait CEO Bang,” kata Kim Jihyun, analis di Heungkuk Securities. 

“Di bawah struktur multi-label Hybe saat ini, risiko hukum yang dihadapi Bang belum secara langsung memengaruhi harga saham.”

Hybe menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan FSC dan akan berupaya secara proaktif untuk memulihkan kepercayaan pasar dan para pemangku kepentingan. Hybe juga menyayangkan keputusan FSC yang menolak penjelasan Bang bahwa ia tidak mengejar IPO demi keuntungan pribadi.

IPO Hybe mengumpulkan dana sekitar US$820 juta (Rp13 triliun), dengan harga saham ditetapkan pada level tertinggi dari kisaran yang ditawarkan.

FSC menuduh bahwa Bang — yang kekayaannya diperkirakan mencapai US$2,3 miliar (Rp37 triliun) menurut Bloomberg Billionaires Index — telah menandatangani perjanjian bagi hasil dengan dana ekuitas swasta tersebut, tetapi menyembunyikan informasi itu selama proses IPO.

Perjanjian tersebut memungkinkan Bang memperoleh sekitar 30% dari keuntungan penjualan saham setelah IPO, tambah FSC. Menurut Yonhap News, Bang (52) disebut telah mengantongi sekitar 190 miliar won (Rp2,2 triliun) dari transaksi sampingan tersebut. FSC tidak mengungkapkan secara resmi jumlah yang diperoleh Bang. Upaya menghubungi pejabat FSC tidak membuahkan hasil.

Penyelidikan ini menjadi kontroversi terbaru yang menghantam Hybe. Tahun lalu, perusahaan ini terguncang oleh perselisihan publik yang jarang terjadi dengan girl group populer NewJeans, yang mencoba memutuskan kontrak eksklusif bernilai besar secara sepihak dengan anak perusahaan Hybe, ADOR.

(bbn)

No more pages