Logo Bloomberg Technoz

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan Bank Sentral juga menurunkan level suku bunga Deposit Facility turun menjadi 4,5%, dan suku bunga Lending Facility turun menjadi 6%.

“Keputusan ini konsisten dengan semakin rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%, terjaganya stabilitas rupiah sesuai fundamental dan perlunya terus mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” papar Perry dalam Konferensi Pers hasil RDG BI, Rabu.

Keputusan ini di luar ekspektasi pasar yang terbelah meramal keputusan Rapat Dewan Gubernur hari ini. Konsensus 33 Ekonom/Analis yang disurvei oleh Bloomberg menghasilkan median 5,5% untuk BI Rate.

Namun, suara pasar tidak bulat, ada dissenting opinion. Sebanyak 15 Ekonom/Analis yang disurvei memperkirakan suku bunga acuan akan dipangkas 25 bps menjadi 5,25%. 

Pemangkasan BI Rate pada pertemuan Juli menjadi yang ke-tiga tahun ini setelah pada Januari, dan Mei lalu bunga juga secara tak terduga digunting oleh Bank Indonesia, di luar prediksi pasar sebelumnya.

Bank Indonesia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II–2025 yang terhambat oleh pelemahan konsumsi rumah tangga, meski kinerja ekspor cukup baik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pertumbuhan ekonomi indonesia perlu terus didorong, di tengah prospek ekonomi global yang melemah. Pada Kuartal II–2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi non-bangunan di sektor transportasi.

Bank Sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada Semester II–2025 membaik, dan secara keseluruhan 2025 berada dalam kisaran 4,6%--5,4%. Di samping membaiknya permintaan domestik, perbaikan pertumbuhan ini juga didukung ekspor yang baik sejalan dengan hasil perundingan tarif Amerika Serikat.

Berdasarkan penilaian itu, RDG BI pada 15–16 Juli 2025 memutuskan menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%.

(fad)

No more pages