Data The Telegraph oleh akademisi AS di , yang berspesialisasi dalam penggunaan data radar satelit untuk mendeteksi kerusakan akibat bom di zona perang.
Serangan terhadap fasilitas militer tersebut merupakan tambahan dari 36 serangan lain yang diketahui berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel, merusak infrastruktur perumahan dan industri secara signifikan.
Analisis The Telegraph menunjukkan bahwa meski sebagian besar rudal Iran bisa dicegat, proporsi serangan yang berhasil tembus terus meningkat dalam delapan hari pertama perang 12 hari tersebut.
Alasannya, menurut para ahli, tidak jelas tetapi mungkin karena penjatahan stok rudal penangkis Israel terbatas, serta taktik penembakan Iran meningkat dan mungkin penggunaan rudalnya lebih canggih.
Meski menjadi sistem pertahanan udara Israel yang paling terkenal, Iron Dome sebenarnya dirancang untuk melindungi dari proyektil jarak pendek, seperti mortir dan hanya salah satu bagian dari sistem pertahanan udara "berlapis" yang digunakan negara Yahudi.
Di lapisan tengah terdapat sistem pertahanan udara David’s Sling, yang dioptimalkan untuk mencegat drone dan rudal dengan jangkauan hingga 300 km. Di lapisan atas ada sistem Arrow, yang bisa mencegat rudal balistik jarak jauh sebelum kembali memasuki atmosfer.
Sistem pertahanan Israel selama perang 12 hari didukung oleh dua sistem pertahanan rudal THAAD berbasis darat AS dan penangkis berbasis kapal yang diluncurkan dari pangkalan AS di Laut Merah.
AS diperkirakan telah meluncurkan setidaknya 36 pencegat THAAD selama perang Israel-Iran dengan biaya sekitar US$12 juta setiap kali peluncuran.
Sebelumnya, sudah juga kecurigaan di dalam wilayah Israel bahwa target militernya telah diserang.
Raviv Drucker dari Channel 13 mengatakan dua pekan lalu, "ada banyak serangan rudal [Iran] di pangkalan IDF, di lokasi-lokasi strategis yang masih belum kami laporkan hingga hari ini [...] Hal ini menciptakan situasi di mana orang-orang tidak menyadari betapa akuratnya serangan Iran dan seberapa besar kerusakan yang mereka timbulkan di banyak tempat."
(ros)































