"Dan hal itu sudah berdampak pada aliran dana ke beberapa perusahaan paling likuid di Vietnam," papar Thu.
Pekan lalu, Trump mengatakan tarif 20% akan dikenakan pada ekspor Vietnam ke AS, di mana seluruh barang yang dianggap transit melalui negara tersebut dipungut bea masuk 40%. Trump menyebut Vietnam sudah setuju untuk menghapus semua tarif atas impor AS.
Indeks acuan VN sudah meroket lebih dari 3% sejak saat itu, sehingga kenaikannya sejauh tahun ini mencapai hampir 13%.
Berdasarkan laporan Rabu lalu, yang ditulis analis Bloomberg Intelligence Sufianti, sentimen asing tampaknya telah membaik setelah pengumuman tarif 20% pada 2 Juli, di mana arus masuk asing tercatat hampir 5 triliun dong (US$191,3 juta) hingga 4 Juli.
Para negosiator Vietnam masih berupaya menyelesaikan detail perjanjian dagang. Tarif 20% merupakan pengurangan yang signifikan dari tarif 46% yang sebelumnya diancam Trump dan membuat Vietnam unggul dari para pesaing regionalnya, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia, yang terkena tarif mulai 25% ke atas.
Para pengamat pasar juga optimistis terhadap potensi reklasifikasi Vietnam ke status secondary emerging-market dari pasar frontier pada September oleh penyusun indeks global yang berbasis di London.
FTSE memproyeksikan saham Vietnam akan menarik arus masuk modal hingga US$6 miliar setelah status tersebut meningkat.
Menurut situs webnya, Vinacapital saat ini mengelola aset sekitar US$3,7 miliar.
(bbn)





























