Logo Bloomberg Technoz

Rusia Gempur Kyiv Lagi saat Sekutu Ukraina Berkumpul di Roma

News
10 July 2025 17:00

Keir Starmer, Giorgia Meloni, Volodymyr Zelenskiy, Mark Rutte, Emmanuel Macron, Donald Tusk, dan Friedrich Merz. (Dok. Getty via Bloomberg)
Keir Starmer, Giorgia Meloni, Volodymyr Zelenskiy, Mark Rutte, Emmanuel Macron, Donald Tusk, dan Friedrich Merz. (Dok. Getty via Bloomberg)

Donato Paolo Mancini dan Arne Delfs - Bloomberg News

Bloomberg, Para sekutu Ukraina yang berkumpul di Roma untuk membahas pemulihan pascaperang negara tersebut dihadapkan pada kenyataan pahit: harapan itu kini semakin jauh dari jangkauan. Rusia kembali melancarkan serangan udara mematikan ke Kyiv.

Setidaknya dua orang tewas dan 16 lainnya luka-luka setelah ratusan drone serta rudal balistik menghantam ibu kota Ukraina. Serangan ini menyebabkan asap tebal menyelimuti kota, menurut otoritas lokal pada Kamis (10/7/2025). Sirene serangan udara berbunyi hampir selama 10 jam.


Serangan brutal yang terjadi dua malam berturut-turut ini mencerminkan penolakan Moskow untuk membicarakan gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump awal pekan ini mengecam keras Presiden Rusia Vladimir Putin karena “membunuh terlalu banyak orang” dan berjanji akan mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv.

“Sarana diplomasi sudah habis,” kata Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang dijadwalkan hadir dalam konferensi di Roma, kepada parlemen di Berlin, Rabu. Ia menyebut Kremlin sebagai “rezim kriminal” yang mengancam tatanan politik Eropa—dan menegaskan akan melakukan “segala cara” untuk memastikan bantuan bagi Kyiv tetap mengalir.