Logo Bloomberg Technoz

Alih-alih membicarakan pembangunan kembali Ukraina, konferensi Pemulihan Ukraina (Ukraine Recovery Conference/URC) yang keempat ini justru akan diwarnai diskusi mengenai bagaimana menggalang sumber daya untuk mengimbangi dukungan AS yang tidak pasti, saat perang memasuki tahun keempat.

Komitmen jangka panjang ini tampak dari rencana Uni Eropa membentuk dana bantuan sebesar €100 miliar (sekitar Rp1.902 triliun) bagi Kyiv. Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, dana ini kemungkinan dimasukkan dalam usulan anggaran tujuh tahun mendatang UE dan akan mulai dicairkan pada 2028.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal menekankan tekanan fiskal yang dihadapi negaranya. Dalam pertemuan daring menjelang konferensi, ia menyebut tahun 2026 sebagai masa yang “menantang,” dengan defisit anggaran lebih dari US$40 miliar yang perlu ditutup melalui pembiayaan eksternal.

Diskusi tersebut berlangsung saat Ukraina tengah dihantam serangan udara terbesar dari Rusia. Sekitar 730 drone, rudal balistik, dan rudal jelajah diluncurkan pada Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Trump Tak Hadir di Roma

Serangan itu terjadi tak lama setelah Trump mulai meninggalkan retorika lunaknya terhadap Putin. Ia menyatakan akan kembali mengirim senjata ke Ukraina, beberapa hari setelah pengiriman sempat dihentikan, dan menyatakan dirinya “tidak senang” dengan pemimpin Rusia itu.

“Dia membunuh terlalu banyak orang, jadi kami kirimkan senjata defensif ke Ukraina dan saya sudah menyetujuinya,” ujar Trump kepada wartawan dalam rapat kabinet di Washington, Selasa.

Trump tidak hadir dalam pertemuan Roma meski telah diundang, menurut sumber. Sebagai gantinya, AS akan diwakili oleh Keith Kellogg, utusan khusus untuk Ukraina.

URC memang belum pernah dihadiri penuh oleh para pemimpin dunia dalam tiga tahun terakhir. Tahun ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Inggris Keir Starmer juga tak hadir secara langsung, tetapi bergabung melalui sambungan video dari Inggris, tempat Macron sedang melakukan kunjungan kenegaraan.

Macron sempat mengejutkan sekutu Eropa awal bulan ini saat ia menghubungi Putin—pertama kalinya dalam tiga tahun—untuk membahas Iran. Meskipun Prancis menegaskan kembali komitmennya terhadap perjuangan Ukraina, langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa perhatian terhadap Ukraina mulai tergeser.

Pergeseran geopolitik juga berdampak pada pendanaan pascaperang. BlackRock Inc menghentikan pencarian investor untuk mendukung dana pemulihan bernilai miliaran dolar yang semula dijadwalkan diluncurkan di Roma. Menurut laporan Bloomberg, inisiatif ini hampir mendapatkan dukungan awal dari entitas di Jerman, Italia, dan Polandia.

BlackRock memutuskan menghentikan pembicaraan dengan investor institusi pada Januari, setelah minat mulai melemah akibat ketidakpastian masa depan Ukraina.

Namun, Jerman—yang sempat dikritik karena lamban di awal perang—tetap konsisten mendukung Kyiv. Kanselir Merz yang menjabat sejak Mei mengonfirmasi bahwa pemerintahnya sedang berdiskusi dengan AS untuk mengamankan sistem pertahanan udara Patriot bagi Ukraina.

Berlin siap menyediakan dua sistem Patriot tambahan beserta rudal pencegat dan menanggung seluruh biayanya, menurut laporan Bloomberg pekan lalu.

PM Italia Giorgia Meloni, yang dikenal dekat dengan Trump, justru menjadi salah satu pendukung paling vokal bagi Ukraina. Meski ruang fiskal Italia lebih sempit dibandingkan Jerman, Roma tengah menyiapkan paket bantuan militer ke-12 untuk Ukraina, yang diperkirakan bernilai ratusan juta euro.

(bbn)

No more pages