Logo Bloomberg Technoz

"Bahwa pertemuan BRICS ini kan tujuan utamanya untuk mempersatukan negara berkembang, mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi," tegas dia.

"Jadi tidak ada isu-isu yang sama sekali bertentangn dengn kepentingan negara berkembang ataupun melawan suatu negara."

Tata juga mengklaim bahwa pernyataan terbaru Trump tersebut tak dibahas oleh negara-negara BRICS, meskipun ancaman tersebut disampaikan ketika KTT BRICS berlangsung.

BRICS merupakan kelompok negara yang terdiri Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Anggotanya kemudian bertambah dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Kepala negara di KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025)./Bloomberg-Dado Galdieri

"Tidak jadi pembahasan karena isu seperti itu, kan kita tidak bisa mengontrol apa yang disampikan oleh Presiden Amerika atau kepala negara lainnya. Itu yang perlu ditekankan bahwa banyak di luar hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai hal-hal yang dibahas di dalam BRICS," pungkasnya.

Trump sebelumnya menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara mana pun yang mendukung "kebijakan anti-Amerika BRICS."

"Setiap negara yang mendukung kebijakan anti-Amerika BRICS akan dikenai tarif tambahan sebesar 10%," kata Trump melalui unggahannya di Truth Social, dikutip Senin (7/7/2025).

"Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini," imbuhnya mengancam.

Adapun, dalam deklarasi bersama yang dirilis pada Minggu (6/7/2025), para pemimpin BRICS mengutarakan "kekhawatiran serius" akan munculnya tarif unilateral dan tindakan non-tarif "yang merusak perdagangan dan bertentangan dengan aturan WTO," tanpa menyebut AS secara gamblang.

Selain itu, mereka juga sepakat untuk mengadakan pembicaraan tambahan mengenai sistem pembayaran lintas batas untuk perdagangan dan investasi. Ini merupakan proyek yang sudah dibahas selama satu dekade, kemajuannya pun masih lambat.

Melalui pengumuman terbaru, Senin (7/7/2025) waktu setempat, Trump akan tetap mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap Indonesia yang dimulai pada 1 Agustus 2025. 

Dalam surat kepada Prabowo yang diunggah ke Truth Social, Trump meminta pemerintah Indonesia memaklumi keputusan AS karena tarif 32% tersebut dianggap jauh lebih kecil dari yang dibutuhkan untuk menghilangkan kesenjangan defisit perdagangan AS dengan Indonesia. 

"Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan tarif sebesar 32% kepada Indonesia atas semua produk Indonesia yang dikirim ke AS, terpisah dari semua tarif sektoral. Barang yang dikirim ulang [transshipped] untuk menghindari tarif yang lebih tinggi akan dikenai tarif yang lebih tinggi," tulis Trump. 

Trump mengatakan, jika karena alasan apa pun Indonesia memutuskan untuk menaikkan tarif terhadap AS, berapa pun angka yang dipilih untuk menaikkannya, akan ditambahkan ke 32% yang dikenakan AS pada Indonesia.

(azr/ros)

No more pages