Logo Bloomberg Technoz

Keputusan akhir tetap berada di tangan Trump. Menurut sumber, beberapa skenario pekan depan meliputi: tercapainya kesepakatan prinsip untuk mempertahankan gencatan tarif tanpa ada tarif baru; perundingan berlanjut tanpa kesepakatan dan tarif negara yang sempat ditangguhkan mulai berlaku; atau AS menyatakan UE gagal memenuhi syarat sehingga memberlakukan tarif sepihak tambahan.

Kanselir Jerman Friedrich Merz bulan lalu mendukung gagasan offsets rule yang memungkinkan keringanan tarif bagi produsen mobil Eropa yang memproduksi di AS. Namun, Komisi Eropa belum mendukung mekanisme semacam itu karena dikhawatirkan akan mengalihkan produksi dan investasi dari Eropa.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan UE bersedia menerima pengaturan yang mencakup tarif universal 10% atas banyak ekspornya, namun ingin AS menurunkan tarif untuk sektor penting seperti farmasi, alkohol, semikonduktor, dan pesawat komersial.

UE juga menekan AS untuk memberikan kuota atau pengecualian guna menurunkan tarif 25% untuk mobil dan suku cadang serta tarif 50% untuk baja dan aluminium.

Sumber menyebutkan diskusi masih berlangsung alot karena negara anggota berbeda pendapat mengenai seberapa besar ketimpangan yang dapat diterima dalam kesepakatan ini. Kesepakatan awal kemungkinan akan bersifat pendek dan tidak mengikat secara hukum. Kedua pihak juga membahas hambatan non-tarif, perdagangan digital, dan keamanan ekonomi.

Beberapa negara anggota ingin kesepakatan cepat tanpa eskalasi, sementara yang lain memilih negosiasi dari posisi kuat dengan menyiapkan langkah balasan atas tarif Trump.

UE mengincar kesepakatan kerangka awal yang memungkinkan pendekatan dua tahap: pertama membahas non-tarif, lalu merundingkan detail tarif universal Trump setelah tenggat 9 Juli.

Negosiasi juga mencakup standar pertanian dan tarif, di mana AS disebut menawarkan menurunkan tarif menjadi 17% dari rencana awal 20%, masih di atas level pra-Trump. Pembahasan tarif sektor otomotif, baja, dan aluminium disebut paling sulit dan tak diharapkan selesai pekan depan.

Di bidang keamanan ekonomi, kedua pihak berupaya menyepakati penyaringan investasi asing serta kontrol ekspor. AS juga mendorong agar pengadaan publik masuk dalam kesepakatan.

Defisit perdagangan AS-UE. (Sumber: Bloomberg)

“Kami ingin solusi lewat negosiasi, tapi seperti Anda tahu, pada saat bersamaan kami bersiap jika tak tercapai kesepakatan memuaskan,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kamis. “Kami akan membela kepentingan Eropa jika diperlukan—semua opsi ada di meja.”

UE telah menyetujui tarif atas barang AS senilai €21 miliar sebagai respons cepat atas tarif logam Trump. Targetnya termasuk produk pertanian, unggas, motor, dan kedelai dari Louisiana.

Blok tersebut juga menyiapkan daftar tambahan tarif atas produk AS senilai €95 miliar, termasuk pesawat Boeing, mobil buatan AS, dan bourbon. UE berkonsultasi dengan negara anggota untuk mengidentifikasi sektor strategis yang menjadi ketergantungan AS serta langkah di luar tarif seperti kontrol ekspor dan pembatasan kontrak pengadaan.

UE akan menilai hasil akhir sebelum memutuskan sejauh mana ketimpangan yang dapat diterima dan apakah perlu langkah penyeimbang, demikian laporan Bloomberg sebelumnya.

(bbn)

No more pages