Harga emas dunia resmi menguat 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari tersebut, harga bertambah 2,5%.
Perkembangan di Amerika Serikat (AS) masih menjadi fokus utama investor. Senat meloloskan RUU pajak dari pemerintahan Presiden Donald Trump. RUU tersebut tinggal menunggu persetujuan dari House of Representatives.
RUU itu akan menjadi payung hukum untuk penurunan berbagai tarif pajak. Akibatnya, defisit anggaran AS pun berisiko membengkak.
Badan Anggaran Kongres memperkirakan utang pemerintah bisa bertambah US$ 3,3 triliun akibat beleid tersebut. Risiko fiskal pun akan meningkat.
Investor juga dibuat cemas dengan perkembangan di sektor perdagangan, Negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang sepertinya tidak berjalan mulus. Trump pun mengancam bakal mengenakan tarif impor bea masuk yang tinggi terhadap produk-produk made in Japan.
“Jepang harus membayar 30%, 35%, apapun itu, Kami juga mengalami defisit neraca perdagangan yang sangat besar dengan Jepang.
“Saya tidak yakin kami mampu mencapai kesepakatan dengan Jepang, mereka sangat ngotot. Anda harus mengerti, mereka sudah begitu dimanja,” tegas Trump seperti diwartakan Bloomberg News.
Berbagai perkembangan tersebut membuat pasar memasang mode risk-on. Aset-aset berisiko pun dilepas.
Kebetulan emas adalah aset yang dianggap aman (safe haven asset). Saat situasi sedang bergejolak, emas biasanya menjadi pilihan pelaku pasar.
(aji)


























