Logo Bloomberg Technoz

Dalam kasus ini, penyidik mencurigai alasan Kemendikbud Ristek yang saat itu dikomandoi Nadiem Makarim tetap berkukuh mengadakan laptop chromebook. Padahal, kementerian tersebut kabarnya telah melakukan uji coba dan kajian teknis yang menunjukkan ketidakcocokan pengadaan jenis tersebut -- seharusnya Nadiem cs lebih memilih laptop Windows.

Penyidik pun sudah memeriksa Nadiem yang diduga berperan dalam rapat yang digelar pada 6 Mei 2020. Rapat tersebut ditengarai menjadi titik tolak keputusan Kemendikbud Ristek tetap kukuh memulai pengadaan laptop chromebook meski kajian teknis menunjukkan data yang berbeda pada April 2020.

"Bagaimana penawaran yang diberikan oleh pihak Google ini, sehingga Chromebook ini bisa menjadi pilihan, bukan Windows misalnya. Tentu ini akan didalami. Makanya, pihak marketing-nya kan direncanakan akan dipanggil dan diperiksa," kata Harli.

Kemendikbud Ristek tetap mendorong pengadaan Laptop Chromebook yang sebenarnya hanya efektif pada lokasi yang memiliki jaringan internet. Sementara itu, masih banyak wilayah di Indonesia yang belum memiliki jaringan internet yang baik. Sehingga laptop yang awalnya digunakan sebagai sarana kegiatan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) pada satuan pendidikan tidak berjalan efektif.

"Diduga penggantian spesifikasi tersebut bukan berdasarkan atas kebutuhan yang sebenarnya," ujar Harli.

(azr/frg)

No more pages