Logo Bloomberg Technoz

Sri Mulyani Ramal Shortfall Penerimaan Pajak Rp112 Triliun 2025

Dovana Hasiana
02 July 2025 15:20

Sri Mulyani Menyebut Defisit APBN 2025 Dapat Melebar ke 2,78% PDB. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Sri Mulyani Menyebut Defisit APBN 2025 Dapat Melebar ke 2,78% PDB. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan proyeksi (outlook) dari penerimaan pajak sebesar Rp2.076,9 triliun pada 2025. Angka ini merosot Rp112,4 triliun atau 5,13% dibanding target Rp2.189,3 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Bendahara Negara menyoroti pemangkasan dalam proyeksi pendapatan negara terjadi karena pemerintah batal untuk menerapkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12% secara umum dan hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah. Selain itu, tren harga komoditas yang melemah juga membayangi pendapatan negara pada tahun ini.

"Kalau kita lihat tadi karena adanya PPN yang tidak jadi tentu kita memang lebih rendah, tetapi kita juga mencoba memitigasi dari penerimaan komoditas yang mengalami pelemahan," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, dikutip Rabu (2/7/2025).


Hingga semester I-2025, Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak adalah Rp837,8 triliun. Angka itu turun 6,27% dibandingkan dengan Rp893,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam kaitan itu, Sri Mulyani mengamini realisasi penerimaan pajak mengalami kontraksi pada awal tahun. Namun, trennya mulai membaik hingga Juni 2025. Sebagai gambaran, Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan pajak neto pada Januari 2025 mengalami kontraksi dalam 41,9% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp88,9 triliun dari Rp152,9 triliun pada Januari 2024. Namun, penerimaan pajak neto mengalami peningkatan 10,9% (yoy) menjadi Rp148 triliun pada Juni 2025 dibandingkan dengan Rp133,5 triliun pada Juni 2024.