“Jika tidak segera dilakukan perubahan yang memadai, seluruh pendanaan federal untuk Harvard akan dihentikan,” tulis pemerintah dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Harvard, Alan Garber.
Pemerintah sudah membekukan lebih dari US$2,6 miliar dana riset federal untuk Harvard, mengancam status bebas pajak kampus, serta berupaya melarang penerimaan mahasiswa asing. Pemerintah juga memiliki opsi lain, seperti menahan dana hibah Pell untuk mahasiswa berpenghasilan rendah serta akses ke program pinjaman mahasiswa federal, yang di Harvard sebagian besar digunakan oleh mahasiswa pascasarjana.
Seiring serangan dari Trump yang semakin gencar, Harvard melawan balik dengan menggugat pemerintah atas pemblokiran dana hibah federal dan upaya melarang penerimaan mahasiswa asing.
Garber, yang berlatar belakang Yahudi, mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam bekerja sama memberantas antisemitisme, sementara pihak Harvard menuding pemerintah mengajukan “tuntutan inkonstitusional” yang dapat menghancurkan kebebasan akademik.
Selama berbulan-bulan, Gedung Putih menjadikan Harvard sebagai sasaran utama dalam upayanya mengubah wajah pendidikan tinggi. Tuduhan awal pemerintah terkait antisemitisme di Harvard kini meluas menjadi tudingan bias politik serta kritik terhadap program keberagaman dalam rekrutmen dan penerimaan mahasiswa.
Konflik dengan Harvard ini merupakan bagian dari kampanye yang dipengaruhi penasihat Trump sekaligus wakil kepala staf kebijakan, Stephen Miller. Pemerintah juga membidik kampus-kampus ternama lain seperti Northwestern, Cornell, dan Columbia.
Kesepakatan dengan Columbia gagal tercapai pada Maret lalu setelah presiden interim Katrina Armstrong dianggap meremehkan dampak perubahan tersebut dalam pernyataannya ke fakultas. Armstrong kemudian mengundurkan diri dan kampus itu hingga kini masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih.
Sementara itu, Presiden Universitas Virginia, James Ryan, pekan lalu menyatakan mundur daripada melawan pemerintah AS di tengah penyelidikan terhadap program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi kampus tersebut oleh pemerintahan Trump.
(bbn)































