Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Tri memperkirakan, harga minyak mentah Indonesia sepanjang 2026 bakal bergerak ke rentang US$60 per barel sampai dengan US$80 per barel. 

“Untuk tahun 2026 harga minyak mentah Indonesia berdasarkan rapat awal dengan Kementerian Keuangan diperkirakan sebesar US$60 per barel sampai US$80 per barel yang didasarkan pada publikasi US EIA dan pooling Reuters,” kata Tri. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin menuturkan lifting migas akan meningkat sebesar 3% hingga akhir tahun. 

Jaffee menuturkan  dengan tantangan operasi dan produksi 2025 di mana terdapat natural decline sekitar 21% per tahun serta terdapat berbagai kendala.

“Pertamina proyeksikan akhir 2025 lifting migas naik 3% dibandingkan yang ada sekarang,” ujarnya. 

Lifting Blok Cepu

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan program peningkatan produksi minyak sebanyak 30.000 bph dari Lapangan Banyu Urip Infil Clastic (BUIC) yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Proyek peningkatan produksi itu menelan investasi mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp64,9 triliun (asumsi kurs Rp16.240 per dolar AS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penambahan lifting minyak sebesar 30.000 bph itu belakangan mengerek capaian lifting Blok Cepu menjadi 180.000 bph. 

“Jadi total 180.000 bph dengan kata lain 25% dari lifting nasional,” kata Bahli.

Lewat sejumlah program pengembangan itu, Bahlil optimis target lifting minyak nasional bisa tercapai seperti yang diamanatkan dalam APBN 2025 sebesar 605.000 bph.

(mfd/naw)

No more pages