Sebelumnya sumber Bloomberg Technoz yang mengetahui rencana ini mengatakan, Garuda Indonesia (GIAA) akan menyematkan direktur dengan kewarganegaraan asing.
Direktur berkewarganegaraan asing itu ditunjuk dengan harapan bisa menjalankan tugasnya lebih profesional, sehingga restrukturisasi Garuda Indonesia bisa berjalan lebih optimal.
Sementara itu dua petinggi Danantara, pemilik saham mayoritas GIAA melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) kompak mengisyaratkan masuknya profesional asing ke tubuh GIAA.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir,Pandu menyebut bahwa peningkatan produktivitas per kapita dan penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam setiap investasi, termasuk di Garuda Indonesia.
"Seperti Garuda dua hari yang lalu, kita kenal, kita pasti ngomong kita mau bawa global talent ke dalam Garuda, untuk bisa meningkatkan produktivitas per kapita," kata Pandu.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria juga menyampaikan untuk menjadi world-class airline, Garuda Indonesia harus dipimpin oleh world-class talents.
“Kami terbuka menghadirkan pemimpin berpengalaman internasional karena keberhasilan Garuda adalah cerminan keberanian kita membangun secara profesional,” kata Dony.
Seperti yang diketahui, Danantara menggenggam 59,05 miliar atau setara 64,54% saham GIAA melalui holding operasional, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Kepemilikan itu diperoleh setelah pada 22 Maret lalu, sebanyak 15,67 miliar saham GIAA Seri B dan 43,37 miliar saham Seri C dialihkan ke BKI.
Adapun, hari ini GIAA akan menyelenggarakan RUPSLB dengan salah satu mata acara adalah terkait perubahan pengurus GIAA.
"Mata acara ini merupakan usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna melalui Surat Nomor: S-337/MBU/05/2025 tanggal 28 Mei 2025," tulis Manajemen Garuda, dikutip Senin (30/6/2025).
(lav)





























